Anak Kecil Sang Raja Bisnis Indonesia

Saat itu sekitar tahun 1930 di Kota Makasar, terdapat seorang anak kecil dengan semangat dan tekad yang dimilikinya mengayuh sepeda menyusuri desa-desa untuk berjualan biskuit dan kembang gula demi mendapatkan uang. Zaman penjajahan Belanda bukanlah hal yang mudah untuk bertahan hidup dikota besar saat itu, berbagai cara dan upaya dilakukan agar dapat bertahan hidup dari penjajah.

Sumber : https://commons.wikimedia.org

Perjalanan hidup Oei Ek Tjong

Anak kecil tersebut bernama Oei Ek Tjong, seorang keturunan tionghoa yang merantau bersama keluarganya dari Quanzhou, China untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di Kota Makasar. Saat itu banyak rakyat China yang berlayar ke berbagai negara dengan alasan kemiskinan, karena jumlah penduduk yang sangat banyak membuat sebagian besar masyarakat China hidup dalam kemiskinan.

Oei Ek Tjong bersama ibunya berlayar selama 7 hari dengan kondisi yang memperihatinkan, Oei Ek Tjong berlayar ke Makasar untuk menemui ayahnya yang sudah lebih dulu merantau dan sudah memiliki usaha dan toko kecil untuk kehidupan mereka di Makasar. Selama di Makasar Oei Ek Tjong bersekolah di Sekolah Dasar sembari membantu usaha ayahnya, Oei Ek Tjong berdagang mengelilingi desa-desa dengan bermodalkan sepeda, hingga beranjak remaja semakin banyak kepercayaan muncul dari konsumennya hingga memutuskan untuk menggunakan becak agar barang dagangan yang dibawa dapat lebih banyak.

Peralihan penjajahan dari Belanda ke Jepang sangat berdampak bagi dunia perdagangan di Makasar, usaha yang telah lama Oei Ek Tjong jalani bersama keluarganya kini hancur total akibat kedatangan pasukan Jepang. Kehancuran usaha tersebut tidak membuat Oei Ek Tjong patah semangat, Ia mencari peluang lain dengan berjualan minuman di dekat barak tentara Jepang, berjualan makanan, hingga berjualan minyak kelapa. Namun, pada saat usaha minyak kelapa Oei Ek Tjong sedang meningkat pemerintah Jepang saat itu melakukan monopoli minyak kelapa yang membuat usahanya bangkrut.

Jiwa pebisnis Oei Ek Tjong tidak membuat dirinya patah semangat meskipun sudah bangkrut dan gagal berkali-kali. Ia kembali berdagang kecil-kecilan, hingga pada tahun 1980 ia memutuskan untuk memulai bisnis kelapa sawit, membeli lahan di Riau serta berbagai mesin dan peralatan lainnya. Usaha sawit menghasilkan keuntungan yang cepat, dengan keuntungan yang dihasilkan dari usaha kelapa sawit tersebut Oei Ek Tjong membeli perkebunan teh dan membangun bisnis pengolahan teh. Usaha kelapa sawit dan teh yang dijalankan oleh Oei Ek Tjong menjadikan ia salah satu pengusaha besar di Indonesia saat Itu.

Sumber : https://www.inews.id
Sumber : https://smart-tbk.com/

Pelajaran yang diperoleh dari cerita Oei Ek Tjong

Oei Ek Tjong merupakan gambaran dari kerasnya kehidupan penjajahan dan kegigihan seorang wirausaha. Cerita Oei Ek Tjong merupakan kisah nyata dari seorang pengusaha sukses yang saat ini dikenal dengan nama Eka Tjipta dengan nama bisnisnya saat ini adalah Sinarmas Group.

Pencapaian yang saat ini di raih oleh Oei Ek Tjong bersama Sinarmas Group bukanlah hal yang mudah, perlu tekad dan kegigihan untuk mencapainya. Dari keluarga kecil yang merantau hanya untuk mengundi nasib dari kerasnya kehidupan saat itu menjadikan jatuh bangunnya usaha yang dilakukan oleh Oei Ek Tjong merupakan hal yang biasa.

Kesimpulan

Kerja keras dan kegigihan Oei Ek Tjong dalam menjalankan usaha yang jatuh bangun serta didukung oleh strategi manajemen yang efektif dan pengelolaan keuangan yang baik menghasilkan akhir usaha yang tidak mengecewakan, sikap pantang menyerah dan selalu mencari peluang perlu ada dalam sikap seorang wirausaha agar usaha yang dijalani dapat terus berkembang.

Referensi Cerita

Prakoso, M. (2021). Mindset Orang Kaya: Akhirnya Terbongkar Sesuatu yang Dilupakan oleh Mereka yang Ingin Kaya. Yogyakarta: Psikologi Corner.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *